Hari Raya Nyepi
- Monday, March 1, 2010, 23:36
- News
- 623 views
- Kontak kami
Hari Raya Nyepi adalah festival untuk merayakan Tahun Baru Caka – 1932 di Bali. Hari Raya Nyepi adalah hari keheningan, puasa, meditasi dan hari untuk hari mawas diri.
Hari Raya Nyepi pada tahun ini akan dirayakan pada hari Selasa, tanggal 16 Maret 2010. Selama perayaan, ada beberapa ritual yang harus dilakukan seperti Amati Geni: Tidak menyalakan api / cahaya, Amati Karya: Tidak bekerja, Amati Lelunganan: Tidak bepergian dan Amati Lelanguan: Puasa dan tidak ada pesta pora / menikmati hiburan. Sepanjang hari hanya akan terdengar suara alam, termasuk hewan.
Hari Raya Nyepi dimulai dari jam enam pagi sampai jam enam pagi keesokan harinya. Selama Hari Raya Nyepi, pelayanan publik seperti rumah sakit dan kantor polisi masih buka kecuali bandara, pelabuhan, sekolah, pantai dan pasar. Selain itu, pengamanan lokal yang disebut dengan Pecalang akan berkeliling di sekitar wilayah desa selama 24 jam untuk memastikan semua larangan diikuti oleh seluruh masayarakat dan juga untuk mengantisipasi hal – hal yang mungkin bisa mengganggu perayaan.
Meskipun Hari Raya Nyepi adalah festival agama Hindu, penduduk yang bukan Hindu juga menghormati perayaan dengan menjaga lingkungan agar tetap hening. Villa dan hotel tetap buka tetapi kegiatan diluar ruangan dilarang dan para tamu diminta untuk tinggal didalam villa atau kawasan hotel dan meminimalkan kegiatan-kegiatan selama jangka waktu 24-jam. Para tamu bisa mendapatkan informasi ini dari hotel / villa manajemen mengenai kegiatan di sekitar hotel.
Sehari sebelum Nyepi disebut Ngerupuk. Ini adalah hari untuk memurnikan alam semesta dari roh jahat dengan membuat suara gaduh dari bambu atau memukul kaleng di sekitar rumah dan mempersembahkan sesaji. Di sore hari, akan ada pawai ogoh – ogoh yang merupakan simbol dari element – element buruk yang harus dihancurkan. Sehari setelah Hari Raya Nyepi adalah Ngembak Geni dirayakan dengan mengunjungi keluarga dan teman untuk menjaga silahturahmi dan saling bermaafan dengan satu sama lain, dan untuk melakukan ritual agama bersama-sama.

